PERUNDUNGAN HAK-HAK ANAK MELALUI PENCEGAHAN PERKAWINAN USIA DINI PADA KALANGAN PELAJAR DI KOTA TERNATE DI SMA NEGERI 3 KOTA TERNATE



admin

TERNATE Sebagai bentuk perwujudan salah satu tri dharma perguruan tinggi yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), Tim Pengabdian Fakultas Hukum Universitas Khairun menggelar kegiatan pengabdian dengan konsep penyuluhan hukum. Kegiatan ini melibatkan 4 (empat) dosen diantaranya Salha Marasaoly, S.H.,M.H, Sri Indriyani, S.H.,M.H, Ahmad Mufti,S.H.,M.H Sebagai Narasumber dan Ainurafiqa Pelupessy, S.H.,M.H sebagai moderator serta UKM Debat Konstitusi sebagai perwakilan mahasiswa dalam keterlibatan PKM. Pada kegiatan PKM ini, sasaran peserta adalah pelajar yang di khususkan pada siswa siswi tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang dilaksanakan di SMA Negeri 3 Kota Ternate. Dengan latar belakang keilmuan hukum, pelaksanaan pengabdian ini diharapkan mampu memberikan edukasi terhadap bahaya perkawinan usia dini pada kalangan pelajar yang telah menjadi ancaman bagi generasi muda. Sekolah Menengah Atas menjadi pilihan pengabdian oleh karena pada tingkatan sekolah ini, pelajar sangat rentan terhadap Perkawinan dini. Kegiatan PKM ini telah dilaksanakan pada tanggal 27 Mei 2023 bertempat di Aula SMA Negeri 3 Kota Ternate yang melibatkan siswa siswa kelas XI dan XII dan di damping oleh Kepala Sekolah dan Kesiswaan. Kegiatan PKM ini dilaksanakan setelah melalui beberapa tahap koordinasi sebelumnya yang mana diawali dengan tim PKM menyampaikan surat permohonan berkegiatan ke pihak sekolah SMA Negeri 3 Kota Ternate. Setelah surat di terima, tim PKM kemudian melakukan kunjungan kedua ke sekolah untuk bertemu dengan Kepala Sekolah sekaligus menandatangani surat kesediaan mitra. Kegiatan PKM dimulai pada pukul 09.00 di mulai dengan sambutan Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Kota Ternate. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Kota Ternate memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada tim PKM Fakultas Hukum Unkhair karena telah memilih sekolah ini sebagai tempat pengabdian yang mana tema pengabdian yang di pilih memang sangat sesuai dengan kondisi dan tantangan yang kami rasakan sebagai guru. Harapannya semoga kegiatan PKM ini menjadi edukasi berharga bagi kami sebagai guru dan siswa siswi sebagai upaya pencegahan perkawinan usia dini di kalangan pelajar. Dalam pemaparan materi yang disampaikan oleh Salha Marasaoly S.H.,M.H, Sri Indriyani S.H.,M.H dan Ahmad Mufti S.H.,M.H dijelaskan bahwa anak sebagai generasi muda dalam membangun bangsa menjadi salah satu sumber daya yang harus dilindungi dan dijaga. Dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak salah satu hak dan kewajiban anak ialah memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasan sesuai dengan minat dan bakatnya dan lain-lain. Idealnya setiap anak wajib menyelesaikan kewajiban wajib belajar selama 12 tahun. Namun, dalam kenyataannya salah satu hambatan anak tidak dapat menyelesaikan sekolah hingga tingkatan sekolah menengah atas disebabkan oleh faktor perkawinan. Perkawinan yang terjadi ketika anak masih berstatus sebagai pelajar/siswa. Penyebab utama Perkawinan anak ialah kehamilan yang tidak di inginkan. Menurut Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Tahun 2022 bahwa anak-anak yang menikah di bawah usia 18 tahun berisiko empat kali lebih banyak putus sekolah di bandingkan yang menikah diatas 18 tahun. Selain itu, dampak yang terjadi pada perkawinan usia dini menyebabkan kurangnya kesiapan fisik anak perempuan untuk mengandung dan melahirkan, meningkatnya risiko angka kematian ibu dan anak, ketidaksiapan mental membina rumah tangga akan meningkatkan risiko KDRT, perceraian, ketidalsehatan mental dan pemberian pola asuh yang tidak tepat serta berpotensi meningkatkan risiko anak stunting. Selain penyampaian materi yang diberikan, siswa siswi juga diajak untuk bermain games bersama dengan konsep permainan siswa siswi di bagi dalam beberapa kelompok, kemudian setiap kelompok harus menyampaikn ide sebagai generasi muda dalam melawan perkawinan dini. Kelompok dengan ide dan gagasan terbaik diberikah hadiah yang telah persiapkan oleh tim PKM. Harapan dari pengabdian ini melalui penyampaian materi dan bermain games bersama adalah apa yang disampaikan dapat menjadi edukasi terhadap pencegahan perkawinan dini serta ikhtiar siswa siswi untuk tidak menjadi bagian dari angka-angka meningkatnya perkawinan dini di kalangan pelajar. Penutupan dari kegiatan PKM ini diakhiri dengan pembuatan video bersama siswa siswi dan tim PKM tentang menolak perkawinan dini



Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin